Wednesday, November 30, 2011

Sertifikat Dipinjam, Bahaya Besar Mengancam!



Pinjamkan saja sertifikat itu, pasti aman… Jangan kawatir pasti beres… Nggak mungkin diboongin… Percaya deh Allah melindungi kita… Yang minjem orangnya baik koq, mustahil jadi perkara… Hemm, benarkah semua anggapan itu? Tak sadarkah bahwa bahaya besar bisa jadi mengintai di kemudian hari? Mari kita uji dengan fakta-fakta di lapangan soal pinjam-meminjam sertifikat tanah.
*

Ketika “saya” datang ke sebuah bank untuk mendapatkan kucuran kredit, beberapa hal perlu digarap:

1) Hubungi Staff Marketing dengan modal awal penampilan mengesankan,

2) Sajikan laporan keuangan yang dipoles-fantastis agar perusahaan “saya” tampak impresif dan seolah selalu untung besar,

3) Sodorkan agunan dengan nilai yangg dikerek setinggi langit guna menggaet plafön kredit di atas nilai jaminan/agunan,

4) Pamerkan saldo cash seolah-olah melimpah, bila perlu pinjam dari kawan barang sebentar agar nankring sejenak di rekening bank buat gagah-gagahan,

5) Perbanyak senyum dan hormat kepada Staf Account Officer ketika diuji kepantasan untuk diberi fasilitaskredit,

6) Ketika menunjukan agunan berupa sertifikat pinjaman, berilah kesan bahwa semua happy dan saling percaya antara “saya” dengan orang yg meminjamkan sertifikat,

7) Terakhir, ketika jatuh hari tanda tangan akad kredit di notaris, beri kesan semua pihak yang tanda tangan tahu betul untuk apa fasilitas kredit tsb manfaatkan.
*

Selanjutnya. Dengan mulusnya realisasi kredit maka “saya” mengintip beberap keuntungan:

PERTAMA. “Saya” yang dapat uang tapi secara hukum pemilik sertifikat yang bertanggung jawab atas cicilan serta resiko hukum bila macet.

KEDUA. Ada peluang untuk kabur dengan mudah karena “saya” mengendalikan komunikasi dengan bank krediur.

KETIGA. Ada peluang untuk alih nama sertifikat menjadi milik “saya” dengan menyodorkan kertas segel kosong untuk di tandatangani oleh pemilik sertifikat ketika proses pengajuan kredit. Untuk kemudian dijadikan pengantar akta hibah/jual beli tanpa disadari oleh para pemilik.
*

KEEMPAT. Banyak peluang membungkam mulut pemilik sertifikat dengan mengungkit-ungkit uang jasa pinjam sertifikat.

KELIMA. Walaupun pihak bank tau persis bahwa “saya” yang memakai uang kredit tapi jika terjadi wanprestasi (macet) maka pihak bank belagak pilon dan membidik pemilik agunan untuk tanggung jawab.

KEENAM. Seiring dg berjalannya waktu biasanya pemilik sertifikat ceroboh. Tidak bertanya ke bank tentang status kreditnya. Tidak ngecek ke BPN status kepemilikan sertifikatnya. Banyak yang lupa bahwa “saya” bisa saja berubah prilaku akibat keadaan maupun pergaulan. Untung kalau berubah lebih baik, tapi bagaimana jika “saya” tiba-tiba jadi tukang bohong dan doyan menipu?
*

KETUJUH. Pemilik sertifikat umumnya tidak ngeh bahwa bila terjadi kredit macet maka bank krediur berhak melelang agunan dengan harga semurah mungkin. Dan bila hasil lelang tidak cukup melunasi sisa kredit maka si pemilik dituntut melunasi sisanya dengan ancaman indekos secara paksa di penjara. Karena point-point yang mengerikan ini biasanya dibahas secara sepintas agar si pemilik tetap duduk tenang di atas bara api perkara yang bisa jadi mulai tersulut.

KEDELAPAN. Bila terjadi kasus biasanya ditutup rapat-rapat dengang resiko sangat tinggi mengingat antara “saya” dengan si pemberi pinjaman sertifikat punya hubungan sangat dekat. Demi jaga rasa malu maka kehancuran antar kedua belah pihak terpaksa dipertaruhkan. Datanglah gelombang stress dibumbui suasana horor dan teror di setiap tidur dan meleknya.
*

Demikianlah fakta-fakta yang saya temui di lapangan sejak tahun 80an. Kalau mau jujur banyak lho kasus rumit akibat pinjam-meminjam sertifkat tanah tapi malu cerita. Hayo ngaku aja deh…

Friday, November 18, 2011

Pengetahuan mengenai metode dan tips dalam beternak ayam kampung






Panduan Singkat Penanganan DOC



Pada umumnya peternak pemula sangat bingung terhadap upaya penanganan anak ayam (DOC) di kandang. untuk itu marilah membaca panduan singkat berikut ini :

Persiapan kandang

  1. Pencucian kandang dengan dinsifektan melalui penyemprotan
  2. Pencucian peralatan makan dan minum DOC
  3. Pengapuran lantai kandang
  4. Siapkan sekam

Persiapan Brooder (indukan buatan)


  1. Buat brooder dengan luas 6 m² per 500 ekor
  2. Tabur sekam dengan ketebalan 5cm dari lantai kandang dan letakkan kertas koran diatas sekam
  3. Pasang pemanas Gasolec (elpiji) / Semawar (minyak tanah) di tengah dengan ketinggian 120 cm dari lantai
  4. Atur intensitas pemanas sehingga suhu pada lantai litter 32°C
  5. Letakkan 6 buah feeder tray (tempat makan berbentuk nampan)
  6. Letakkan 8 buah tempat minum ukuran 2liter, dan jangan lupa beri kerikil /kelereng pada bibir tempat minum supaya DOC tidak tenggelam di dalam tempat minum
  7. Pastikan ruangan tidak berangin, tutup semua keliling kandang dengan tirai (plastic) dan pasang tirai sebagai plafon (2m dari lantai)
Kedatangan DOC

  1. Nyalaklan pemanas 4 jam sebelum DOC tiba.
  2. Pastikan makanan dan minuman sudah siap
  3. Jika perlu tambahkan gula (5%) + vitamin / antistress pada air minum
  4. Bongkar DOC secepatnya

SUMBER :http://unggas-ayamkampung.blogspot.com

Jumlah pakan yang harus diberikan pada DOC masa starter

Makanan dan air minum bagi anak ayam masa awal harus tersedia sepanjang waktu. Pemberian pakan dan air minum dilakukan berulang kali, selama 24 jam. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memberi kesempatan kepada DOC untuk makan dan minum setiap saat membutuhkan. Mengingat pada waktu itu, tembolok DOC sebagai penampung makanan masih terbatas, sehingga makanan cepat habis.

Dengan kondisi tembolok semacam itu, maka DOC pada setiap saat harus mengisi kembali, dengan cara makan berulang kali tanpa kunjung berhenti.

Akan tetapi pemberian makanan ini harus diatur secukupnya saja. Sebab bila tempat makanan itu diisi penuh sekaligus, maka makanan akan mudah tercecer, dan itu berarti suatu pemborosan. Sebagai pedoman, jumlah makanan yang harus diberikan kepada anak ayam sesuai dengan tabel dibawah ini:







Pemberian air minum untuk DOC yang baru datang

Anak ayam yang baru menetas memiliki ketahanan tanpa makan dan minum, hingga 48-72 jam. Sebab selama itu, anak ayam tersebut masih memiliki persediaan makanan dari tubuhnya. Oleh karena itu, anak ayam yang baru tiba dari agen, tidaklah perlu diberi makan, melainkan harus di istirahatkan dulu untuk menenangkanya. DOC tersebut tidak boleh diberi makan sebelum sempat diberi air minum.

Karena anak ayam pada saat itu masih dalam kondisi stress akibat perjalanan jauh dalam pengiriman, Dalam keadaan stres semacam itu, anak ayam banyak kehilangan banyak cairan dan energi. Untuk mengembalikan cairan dan energi yang hilang, maka anak ayam yang baru tiba tersebut perlu diberi air gula dengan melarutkan sebanyak 20 gram gula per liter air minum atau 1 kg gula per 50 liter air, selama +- 5 jam.

Setelah DOC memperoleh minuman berupa air gula, kemudian dilanjutkan dengan pemberian obat anti stres melalui air minum yang bertujuan untuk meringankan beban yang mencekam anak ayam akibat perjalanan jauh.

Untuk mengendalikan penyakit bawaan anak ayam, dapat diberi obat antibiotik, yang diberikan dalam air minum selama 3-4 hari. Pemberian antibiotik ini dilakukan sesudah anak ayam cukup minum air gula.

Sumber http://centralunggas.blogspot.com

Sunday, November 6, 2011

Dowload Peta Digital Kota Surabaya , Surakarta, dan Yogyakarta



Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.

Nach ulasan di atas adalah pengertian dari peta, setiap orang yang ingin berkunjung suatu daerah, bila belum mengenal daerah tersebut pasti akan mencari sebuah peta, Banyak jenis jenis peta, mulai dari peta biasa sampai peta digital, nach kali ini saya akan memberika link berupa peta beberapa daerah di indonesia, khususnya di pulau jawa, tai hanya 3 kota saja, yaitu kota Surabaya, Solo, dan Yogyakarta

Peta Surabaya



Peta Surakarta/Solo



dan

Peta Kota Yogyakarta



Saturday, November 5, 2011

Memperbaiki harddisk yang bad Sector

Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :

Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.
Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.
Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.

Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.
Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.

Tujuan
Upaya untuk mengunakan harddisk yang terdapat bad sector
Men-eliminasi lokasi kerusakan pada bad sector.
Tahapan 1
Sebelum melakukan tahapan selanjutnya sebaiknya mengunakan tahapan 1 untuk memastikan kondisi platter harddisk yang rusak. Untuk mengetahui hal ini harddisk harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96.

Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi, data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.

Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.

Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk

Tahapan 2
Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :

a. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk , tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).

b. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk. Hal ini terlihat pada gambar dibawah ini.


Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx, artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT :


c. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended. Pembagian pada gambar dibawah ini adalah pada drive D dan F (22MB dan 12 MB) dibuang karena terdapat bad sector. Sedangkan pada E dan G ( 758MB dan 81MB) adalah sebagai drive yang masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan.

Bila anda cukup ngotot untuk memperbaiki bad sector anda, dapat juga dilakukan dengan try-error dengan mengulangi pencarian lokasi bad sector pada harddisk secara tahapan yang lebih kecil, misalnya membuat banyak partisi untuk memperkecil kemungkinan terbuangnya space pada partisi yang akan dibuang. Semakin ngotot untuk mencari kerusakan pada tempat dimana terjadi bad sector semakin baik, hanya cara ini akan memerlukan waktu lebih lama walaupun hasilnya memang cukup memuaskan dengan memperkecil lokasi dimana kerusakan harddisk terjadi.


d. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, anda harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.

e. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.


F. Pada akhir tahapan anda dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.


G. Akhir proses. Anda memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.

Bila anda belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka anda dapat mengulangi prosesur diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.

Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.

Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat di beberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi bad sector.

Artikel ini sudah dilakukan oleh LAB Busset, dan kesalahan dalam melakukan Tips ini diluar tanggung jawab Busset..

Sumber : http://obengware.com/tips/harddiskbadsector.htm